Tujuh Pencuri Batubara Milik PT Adaro Indonesia Mulai Diadili

oleh

Banjarmasin, Kalselpos.com – Tujuh perompak yang biasa merompak Kapal tongkang Batubara akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (16/8). Rapii, Ardi, Samsul Komar, M. Zain, Firman, Zainuddin dan Heriyadi di duga melakukan pencurian 8 Ton Batubara milik PT Adaro Indonesia.

Pelaku yang terdiri dari Lima warga Banjarmasin dan dua Warga Barito Kuala itu didakwa dengan pasal 363 ayat (1) ke (4) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banjarmasin, Risky Purbo Nugroho, SH MH.

Dalam persidangan, para terdakwa mengakui batubara karungan itu rencananya akan dijual kepada pengumpul seharga Rp2400. Uang hasil penjualan itu dibagi rata, setelah dipotong ongkos bahan bakar dalam operasi tersebut.

Harga tersebut jelas lebih murah dari harga pasaran. Menurut saksi dari PT Adaro Indonesia, satu ton Batubara bisa mencapai Rp990 ribu. Dalam peristiwa ini, pihaknya merugi hingga Rp7,920 juta karena para perompak tersebut mencuri 400 karung batubara.

Jaksa Risky Purbo Nugroho, SH MH mengatakan, modus pencurian batubara ini tergolong nekat. Hanya bermodal sekop, secara terang-terangan para pencuri ini menjarah batubara di kapal tongkang pengangkut batubara milik PT. Adaro Indonesia. Operasi pencurian biasanya mereka lakukan sejak dini hari hingga pagi hari.

“Mereka merapatkan kapal dan naik ke atas tongkang. Dengan bermodal sekop dan karung, mereka mencuri dengan mengangkut ke kapal kelotoknya,” kata Risky kepada Kalselpos.com usai persidangan.

Dalam surat dakwaan sebelumnya, ketujuh perompak laut tersebut sudah merencanakan niat jahatnya untuk mencuri Batubara diatas kapal tongkang yang melintas di perairan Kalimantan Selatan dengan cara ‘clearning’.

Sebelum menjalankan aksinya, para terdakwa sudah mempersiapkan peralatan yang akan mereka gunakan mencuri Batubara. Seperti menyiapkan 400 karung kosong, sebuah sekop dan kapal motor atau kelotok yang akan mereka tumpangi.

Tepat pukul 21.00 wita, pada bulan Mei 2018, komplotan spesialis pencuri batubara itu kemudian berangkat dengan menggunakan kelotok milik terdakwa Rapii. Namun sesampainya di Laut Taboneo, kelotok mereka dihantam ombak hingga mereka memutuskan menunggu cuaca laut normal.

Keesokan harinya, sekitar pukul 05.00 Wita, tiba-tiba melintas kapal tongkang TKCB 125 memuat batubara yang ditarik Tugboat TB.TJA 283 pada posisi 03.078925-114.30206E. kapal tersebut tepat berada di depan para perompak.

Melihat calon korbannya melintas, ketujuh perompak itu merapatkan kelotok mereka ke kapal tongkang yang sarat memuat batubara. Mereka berhasil mengambil 400 karung Batubara milik PT Adaro Indonesia.

Namun perbuatan mereka nampaknya sudah diintai oleh unit patroli gabungan Ditpolairud Baharkam Polri dari kejauhan. Belum sempat para perompak itu kabur, petugas langsung menangkapnya.

Penulis : Eddy AY
Editor : Aprie
Penanggungjawab : S. A. Lingga

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan